Pages

ShareThis

Jumat, 23 Desember 2011

Semua Tentang Pohon Natal

sebelumnya saya mau mengucapkan

[COLOR="Navy"]SELAMAT NATAL 2011 DAN TAHUN BARU 2012[/color]

[imagetag]

semoga damai natal ada di kita semua

Spoiler for sejarah:
Semua berasal dari kebudayaan kuno di Eropa, tepatnya Jerman pada abad ke 16, dimana akhirnya kebudayaan tersebut bergerak pula menyebar ke Amerika dan ke seluruh dunia. Dan mengapa pohon cemara yang kalau ditelusuri tidak ada hubungannya dengan natal itu sendiri? Jawabannya hanya karena pada saat natal tiba, di Eropa yang mengalami musim dingin (salju), hanya pohon cemara yang selalu tampak hijau daunnya. Sedangkan pohon-pohon lainnya rontok berguguran. Jadi, pohon cemara itu melambangkan evergreen, hidup kekal. Dimana makna simbolisnya adalah agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain.


Spoiler for Sejarah-sejarah lain:
Santo Bonifacius

[imagetag]

Menurut sebuah legenda, rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifasius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis dalam perjalanannya bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon ek. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib Santo Bonifasius merobohkan pohon ek tersebut dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon ek yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.

Martin Luther


[imagetag]
Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

Terlepas dari kebenaran kisah-kisah di atas, hingga hari ini pemasangan Pohon Natal masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat Kristen. Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tgl 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Demikian pula hari Minggu adalah hari untuk menyembah dewa matahari sesuai dari arti kata Zondag, Sunday atau Sonntag. Perlu diketahui juga bahwa dewa-dewa matahari lainnya, seperti Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Demikian pula Dewa matahari Horus dan Apollo lahir pada tanggal 28 Desember.

Maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap ini sebagai pemujaan dewa matahari. Pemasangan pohon itu dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala. Reaksi penolakan itu bahkan awalnya sempat diwarnai keputusan pemerintah Jerman untuk mendenda siapa pun yang memasang pohon cemara sebagai pohon Natal.


Spoiler for adakah hubungan pohon cemara dengan Hari Natal atau hari kelahiran Yesus?:
Tidak ada sama sekali. Dan menurut saya juga tidak identik sama sekali. Pohon cemara bukan mengidentikan dengan kelahiran Yesus, tetapi mengidentikan dengan perayaan musim, perayaan keluarga. Dan dalam aturan gerejapun, tidak ada keharusan untuk memasang pohon natal baik di gereja ataupun di rumah.


Spoiler for Mengapa pohon natal dihias secara gemerlap?:
Ini sebetulnya mengadaptasi kisah Martin Luther yang terkesan menyaksikan keindahan bintang-bintang di langit yang gemerlap sinarnya menembus dahan-dahan pohon, saat dia berjalan di hutan cemara. Dia kemudian menebang sebatang pohon cemara dan membawanya pulang kerumah. Dan untuk membuat efek gemerlapan, dia memasang lilin - lilin di tiap cabangnya. Maka dari sana lahirlah tradisi yang menjadi awal industri natal.


Spoiler for Yang Unik:


Spoiler for Natal di Indonesia:
Ternyata setiap pohon natal di setiap negara berbeda-beda, Indonesia dan Filipina menjadi negara yang sangat terpengaruh tradisi Eropa itu sampai akhirnya para umat Kristen membeli pohon buatan tapi yang penting berbentuk cemara.


Spoiler for Natal di Afrika dan India:
Di Afrika Selatan keberadaan pohon Natal bukanlah sesuatu yang umum. Sementara masyarakat India, lebih memilih pohon mangga dan pohon pisang.


Spoiler for Natal di Di Swiss, Perancis, Inggris dan Swedia:
ada tradisi unik berupa pemberkatan dan pembakaran gelondong kayu yang disebut dengan gelondong kayu natal. Dengan abu dari gelondong kayu natal ini imam memberkati umat, binatang dan ternak piaraan, rumah dan kota yang bersangkutan. Banyak juga umat yang lantas membawa sepotong arang atau abu dari gelondongan kayu natal yang telah dibakar ke rumah masing-masing dan menyimpannya hingga natal tahun berikutnya tiba. Mereka mempercayai ada rahmat keselamatan yang diperoleh dengan menyimpannya. Khusus di Inggris, selama gelondong natal terbakar, umat boleh membuang sisa-sisa makanan ke dalam bara api.


Spoiler for Pohon Natal Termahal ada di Arab:
[imagetag]

Menyambut natal 2010, Hotel Emirates Palace di Abu Dhabi akan memajang pohon Natal yang paling mahal yang pernah ada di dunia. Pohon Natal termahal ini akan menembus rekor dunia dengan nilai lebih dari US$11 juta atau setara Rp99,5 miliar.

Secara keseluruhan, dekorasi pohon natal memiliki 181 permata, termasuk berlian, safir, zamrud, dan mutiara. Di cabang-cabang pohon, terdapat pula banyak kalung, gelang dan jam tangan yang memberi perbedaan suasana natal.


Spoiler for pohon Natal Tertinggi di dunia ada di Mexico City:
[imagetag]

Tinggi pohon natal tersebut mencapai 110,35 meter, dan berhasil masuk ke Guinness Book of Records.

Struktur pohon Natal pohon terbuat dari kawat baja dan didirikan di Reforma Avenue, Mexico City. Ini merupakan rekor dunia baru untuk pohon Natal buatan yang tertinggi.


Spoiler for Pohon Natal Tertinggi se Asia ada di Manado, Indonesia:

[imagetag]

Natal memang tak bisa dipisahkan dari pohon natal. Di Manado, Sulawesi Utara, ada pohon natal yang dikabarkan paling tinggi di Asia. Pohon itu mempunyai tinggi hingga 50 meter dan masuk dalam Museum Rekor Indonesia.

Pohon Natal bertabur ribuan lampu berbagai jenis tersebut ditanam warga Manado di Kawasan Meha Mas Boulevard Manado. Pembuatan pohon ini sekitar dua bulan dan diberi nama Pohon Natal Kasih Sulawesi Utara 2010.

awesome45 24 Dec, 2011

Admin 24 Dec, 2011


--
Source: http://kaskus-forum.blogspot.com/2011/12/semua-tentang-pohon-natal.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.