Pages

ShareThis

Rabu, 04 Januari 2012

Akhirnya, Wanita Arab Boleh Bekerja di Toko

Muhammad Ali

04/01/2012 14:31
Liputan6.com, Riyadh: Meski ditentang ulama setempat, Kementerian Tenaga Kerja Saudi tetap akan menerapkan aturan hanya wanita yang dibolehkannya bekerja di toko lingerie. Keputusan yang mulai diterapkan Kamis (5/1) waktu setempat itu akan mensyaratkan hanya toko pakaian dan kosmetik yang bisa jadi rujukan 28 ribu wanita dalam mencari penghasilan.

Pada 2006 lalu, pemerintah Saudi melarang pria bekerja di toko pakaian dan kosmetik. Namun peraturan itu tak pernah diberlakukan. Wanita Saudi memboikot toko pakaian dan kosmetik sebagai upaya mereka untuk menekan pemilik toko agar mempekerjakan kaum hawa.

Keputusan bersejarah ini tentu saja membuka pintu bagi perempuan untuk masuk dunia kerja. Kementerian setempat memperingatkan pihaknya akan memantau toko dan memastikan hanya perempuan saja yang bekerja di sana. Ia menambahkan, semua peraturan dibuat untuk ditaati.

Sebuah sumber mengatakan pada laman Arab News, Kamis (4/1), bahwa Komisi untuk Promosi Kebaikan dan Pencegahan Kejahatan (HAIA) telah diinstruksikan untuk membantu menerapkan keputusan ini. HAIA tengah menyiapkan kader perempuan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang ini dan juga memantau toko-toko yang mempekerjakan wanita.

"Toko yang tidak mempekerjakan perempuan akan dihukum, bahkan dilarang menjual pakaian," ujar komisi tersebut.

Kementerian juga telah menetapkan aturan bahwa wanita hanya boleh bekerja di toko perempuan saja. Selain itu. pihaknya mensyaratkan bagian dalam toko tidak boleh terlihat dari luar. Dalam hal ini, laki-laki tidak diperbolehkan masuk. Namun, jika toko milik keluarga, maka suasana di dalam harus terlihat dari luar. Juga, pemilik toko tidak diperbolehkan mempekerjakan wanita dan laki-laki dalam satu tempat, kecuali tempat itu ada toko lain. Di keputusan ini juga menetapkan setidaknya harus ada tiga pekerja wanita yang bekerja dalam satu shift.

Jika tempat itu bukan mal, pemilik toko harus memberikan keamanan atau sistem keamanan di toko. Selain itu harus menyediakan lebih dari satu tempat kecuali toilet yang berada dalam pusat perbelanjaan dengan toilet khusus dalam jarak 50 meter dari toko. Kementerian menekankan bahwa perempuan harus mengenakan pakaian sopan saat bekerja, termasuk jilbab atau seragam toko.

Banyak orang menyambut keputusan tersebut sebagai langkah positif dalam menyediakan lahan kerja bagi perempuan Saudi. Hal ini juga dapat menghentikan rasa malu wanita saat mereka berbelanja dengan pelayan laki-laki.

Kendati demikian, Mufti Saudi yang paling berpengaruh, Syaikh Abdul Aziz menentang keputusan Kementerian Tenaga Kerja dalam khotbah terakhirnya pekan lalu. Ia mengatakan keputusan memperkerjakan wanita di toko meski toko yang menjual kebutuhan perempuan bertentangan dengan hukum Islam.(MEL)


http://berita.liputan6.com/read/3705...ekerja-di-toko


APA ALASAN SEBELUMNYA KALAU WANITA GAK BOLEH JUALAN PAKAIAN DALAM WANITA, TETAPI HARUS LAKI LAKI ?

pasukansoekarno 05 Jan, 2012

Admin 05 Jan, 2012


-
Source: http://situs-berita-terbaru.blogspot.com/2012/01/akhirnya-wanita-arab-boleh-bekerja-di.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.