Pages

ShareThis

Selasa, 03 Januari 2012

Dua Pecatur Pelajar Indonesia Meraih Emas

Metrotvnews.com, Jakarta: Pecatur pelajar Indonesia meraih dua medali emas dalam Singapore International Chess ke-8. Keduanya adalah Medina Warda Aulia untuk nomor catur standar kelompok master internasional wanita dan FM Andrean Susilodinata dari kelompok open senior putra.

Selain itu, tiga medali perak diperoleh GM Susanto Megaranto dari kelompok master putra (Asean +) dan MN Yemi Jelsen menduduki posisi kedua setelah Medina di kelompok master putri serta pecatur pelajar SMP putri atas nama Vania Vindi dalam Ku-11.

Acara penyambutan pelajar pemenang yang berlaga di Singapura pada 26-31 Desember 2011 itu dilakukan oleh Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud Suyanto dan Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus pendidikan Dasar Kemdikbud Mudjito AK, di Jakarta, Selasa (3/1).

Mudjito menyatakan para pelajar SD dan SMP tersebut bagian dari peserta didik dengan kategori luar biasa. Mereka memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Adalah Medina Warda Aulia (SMPN 1 Bekasi) meraih gelar Master Internasional Wanita dan Grand Master Putri, Vania Vindi (SMPN 8 Bogor) dan Dhatuyo Budiarto (SD Kasih Kesuma Jakarta).

"Khusus untuk jenjang pendidikan dasar peserta didik yang dikirim tersebut adalah anak yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa (Ci-BI) di bidang catur, yang terdiri dari enam peserta didik SMP dan tujuh peserta didik SD," katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, secara keseluruhan Tim Indonesia untuk semua kategori mendapat dua emas, tiga perak dan satu perunggu. Beberapa peserta meskipun tidak merebut medali tetap mendapat poin untuk peningkatan "elo rating" yang signifikan.

"Sistem pertandingan Swiss 9 babak, waktu pikir total lima jam, masing-masing pemain diberikan waktu 2 jam 40 langkah dan tambahan 30 menit sampai dengan selesai," katanya.

Hasil perolehan medali pada kegiatan internasional yang diraih peserta didik dari Indonesia itu merupakan hasil kerja sama pembinaan yang terprogram dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar Kemdikbud dengan Percasi DKI Jakarta.


MASTER CATUR INTERNASIONAL WANITA TERMUDA-Belajar Catur dari Boneka Barbie
Raut wajah Medina Warda Aulia terpancar bahagia ketika diperkenalkan kepada para pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).Betapa tidak, di usianya yang baru menginjak 14 tahun,Medina berhasil menyabet gelar Master Internasional Wanita dan Norma Grand Master di bidang olahraga catur.

Gelar ini diperoleh Medina saat berhasil menjadi pemenang dalam Singapore 8thInternational Chess Championship,ajang kompetisi catur dunia untuk tingkat sekolah dasar (SD).Dalam kompetisi itu,Medina berhasil meraih ELO Rating 2.114. Awal ketertarikan Medina terhadap catur dimulai sejak umur sembilan tahun.Ketika itu Medina bermain boneka Barbie.Medina mengaku,di dunia Barbie,dia bisa bermain sebagai raja, ratu,atau menjadi menteri.

Sepulang sekolah, Medina tidak akan lepas bermain boneka Barbie hingga ketika dia menemukan raja,ratu,dan menteri di papan catur. "Awalnya tidak sengaja. Ayah bilang raja dan ratu pun bisa dimainkan di catur," ungkap Medina.Ayahnya juga bukan atlet catur,hanya seorang wiraswasta yang kebetulan sering begadang bermain catur di rumahnya. Karena waktu senggang ayahnya cukup banyak, Medina pun selalu bertanding berdua.

Tidak hanya raja atau ratu,tapi benteng,pion,gajah, dan kuda kini menjadi tantangan bagi Medina untuk mengalahkan ayahnya. Pada 2006,siswi SMPN RSBI 1 Bekasi ini diikutsertakan ayahnya dalam Kejuaraan Catur Tingkat DKI Jakarta. Hanya berbekal tanding dengan ayahnya ini,Medina meraih juara pertama.Bakat istimewanya pun makin terasah ketika dia disekolahkan di sekolah catur yang salah satu pendirinya adalah GM catur Utut Adianto.

Kemenangan di tingkat internasional pun diraihnya di kejuaraan dunia catur pelajar di Yunani pada 2008 dan di Singapura pada 2009."Di kedua ajang itu, aku mengalahkan pelajar dari Rusia yang merupakan lawan terberat," ujarnya. Medina mengaku, prestasi di sekolahnya biasa-biasa saja, tapi yang luar biasa adalah pada usia 15 tahun,dia ingin menjadi GM perempuan termuda dari Indonesia.

Karena itu,Medina pun mengharapkan ada sponsor yang memungkinkan dirinya bermain di kejuaraan dunia lainnya.Pada SEA Games kemarin,gadis yang bercitacita menjadi dokter ini menjadi salah satu atlet catur mewakili Indonesia.Di ajang bergengsi ini,Medina hanya berhasil meraih medali perak.

Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PPKLK) Ditjen Pendidikan Dasar Kemendik bud Mudjito menyatakan,dalam kompetisi yang digelar pada 26 – 31 Desember 2011 itu,selain Medina ada juga Vania Vindy Chandra (SMPN 2 Kota Bogor) yang mendapat medali perak. Untuk kategori SD,medali perunggu diraih oleh Dhatuyo Budiarto (SD Kasih Karunia) yang masih berusia delapan tahun.

"Secara keseluruhan Indonesia meraih dua emas, tiga perak,dan satu perunggu, "ungkapnya. Keberhasilan Medina, katanya,merupakan kado istimewa Tahun Baru 2012 yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia.Pada akhirnya keberhasilan mereka akan menjadi motivasi bagi sekolah peserta dan sekolah lainnya yang belum tergerak untuk menyelenggarakan layanan pendidikan bagi anak cerdas dan berbakat untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikannya.

Selain di jenjang sekolah dasar,kompetisi tahunan itu juga memberikan kemenangan pada Andrean Susilodinata, mahasiswa Nanyang Singapore program S-2 yang berusia 22 tahun sebagai juara pertama di kelompok umum. SedangkanYemi Jelsen,pecatur mahasiswi Universitas Gunadarma,berhasil menyabet medali perak kelompok Master di usia 17 tahun.
ternyata kita mempunyai gelar Grand Master Catur

LUXARM 04 Jan, 2012

Mr. X 04 Jan, 2012
-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/dua-pecatur-pelajar-indonesia-meraih.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.