Pages

ShareThis

Selasa, 10 Januari 2012

[duet IPW-KPK]Belom dibeli, udah diduga korupsi - Waspada Mafia Tank Leopard 12 T

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
NASIONAL - HUMANIORA
Rabu, 11 Januari 2012 , 10:28:00
KPK Diminta Bidik Proyek Rp12 T
Pengadaan Tank Leophard A3 dari Belanda


Quote:

JAKARTA -- Indonesian Police Watch (IPW) yang juga Deklarator Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta KPK mencermati proyek pengadaan 100 unit tank Leoparhd A3 dari Belanda untuk TNI.

"Sebab dikhawatirkan ada unsur KKN dan gratifikasi dalam proyek senilai Rp12 triliun ini," kata Ketua Presidium IPW, Neta Saputra Pane, Rabu (11/1) di Jakarta.

Ia menambahkan, IPW mendapat informasi ada pihak-pihak tertentu yang dekat dengan Cikeas saat ini sangat aktif melakukan lobi ke kalangan Komisi I DPR agar mendukung pembelian 100 tank tersebut.
"Bahkan, sejumlah anggota Komisi I akan diboyong pihak pelobi ke Belanda pada akhir Januari ini, untuk melihat kondisi tank tersebut," terang Neta.

Menurut dia, penggunaan tank Leoparhd A3 seharga 120 juta dolar AS per unit itu sangat tidak tepat untuk Indonesia. Setidaknya, kata dia, ada empat alasan kenapa pembelian tank tersebut harus ditolak.
Pertama, tank terlalu berat yakni 62 ton. Kedua, teknologinya sudah ketinggalan karena tank bekas buatan tahun 1980.

Ketiga, biaya perawatannya terlalu mahal. Keempat Leoparhd tidak cocok dengan alam Indonesia yang terdiri dari hutan, rawa-rawa dan kepulauan. "Leoparhd hanya cocok untuk medan Eropa dan Afrika Utara," tegasnya.

Tragisnya lagi, sambung dia, ke-100 tank itu akan ditempatkan di kota-kota besar, seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar dan Medan.

"Sehingga dikhawatirkan tank ini akan digunakan untuk menghadapi aksi demo mahasiswa dan rakyat," jelasnya. "Padahal yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah tank-tank taktis dan kecil untuk menjaga kawasan perbatasan," tambah Neta.

Karena, dia menegaskan, KPK didesak mencermati proyek pengadaan 100 tank ini. Jangan sampai dana Alutsita TNI yang sangat terbatas sekarang ini disalahgunakan oknum-oknum tertentu untuk membeli alat-alat militer yang tidak tepat guna dan mubazir nantinya. "Komisi I DPR juga diimbau agar menolak pembelian tank tersebut," tuntasnya.(boy/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2012/01/11/...Proyek-Rp12-T-

Ada yang Melobi DPR untuk Setujui Beli Tank Belanda
Tribunnews.com - Rabu, 11 Januari 2012 08:28 WIB

[imagetag]

Quote:

Laporan Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski menuai kritik di tanah air dan penolakan parlemen Belanda, saat ini sejumlah pihak yang dekat Presiden SBY secara diam-diam tengah agresif melobi Komisi I DPR RI agar mendukung pembelian 100 MBT (Main Battle Tank) jenis Leopard 2A6 dari pemerintah Belanda senilai Rp 12 triliun.

"(IPW) mendapat informasi, ada pihak-pihak tertentu yang dekat dengan Cikeas, saat ini sangat aktif melakukan lobi ke kalangan Komisi I DPR agar mendukung pembelian 100 tank tersebut," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Rabu (11/1/2012).

Informasi yang diterima IPW juga menyebutkan, pihak pelobi tersebut akan memboyong sejumlah anggota Komisi I yang membidangi masalah pertahanan itu ke Belanda pada akhir Januari ini, untuk melihat kondisi tank yang diketahui bekas tentara Angkatan Darat negara kincir angin tersebut.

Sebagaimana kritik sejumlah anggota Komisi I sebelumnya, bahwa penggunaan tank Leopard seharga 120 juta dollar AS per unit itu sangat tidak tepat untuk medan di Indonesia.

Menurut Neta, ada empat alasan pembelian tank tersebut harus ditolak. Keempat alasan itu, yakni tank Leopard 62 ton terbilang sangat berat, teknologi pada tank bekas itu jauh tertinggal karena buatan Jerman tahun 1980, biaya perawatan terlalu mahal, serta tank tersebut tidak cocok dengan kondisi alam Indonesia yang terdiri dari hutan, rawa-rawa, dan kepulauan (tank jenis Leoparhd hanya cocok untuk medan seperti di Eropa dan Afrika Utara).

Tragisnya lagi, lanjut Neta, ke 100 tank itu akan ditempatkan di kota-kota besar, seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar dan Medan. Sehingga dikhawatirkan tank ini akan digunakan untuk menghadapi aksi demo mahasiswa dan rakyat. "Padahal, yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah tank-tank taktis dan kecil untuk menjaga kawasan perbatasan," ujarnya.

Pada Desember 2011 lalu, parlemen Belanda juga telah menolak pemerintah mereka menjual tank Leopard, yang tak lagi dipakai, ke Indonesia, dengan alasan rekam jejak Indonesia dalam penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) masih dipandang buruk. Belanda khawatir tank-tank bekas negaranya itu akan digunakan tentara Indonesia untuk menghadapi para demonstran.



Penulis: Abdul Qodir | Editor: Gusti Sawabi
www.Tribunnews.com

saking takutnya dikorup :hammer

sekarang prinsip KPK jadi "mencegah lebih baik daripada mengobati" :cool

rumah.KENYOT 11 Jan, 2012

Mr. X 11 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/duet-ipw-kpkbelom-dibeli-udah-diduga.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.