Pages

ShareThis

Jumat, 06 Januari 2012

Kiat Esemka Harus Belajar dari Timor

Kiat Esemka setahap demi setahap makin dekat pada status mobil nasional. Mobil hasil rakitan siswa-siswa SMK yang didanai Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Kiat Motor Klaten ini, dikabarkan sudah mendapatkan investor.

Sebelum Kiat Esemka, sudah banyak mobil-mobil nasional yang mencoba peruntungannya di pasar otomotif Indonesia. Namun, kebanyakan akhirnya tergerus dan kalah bersaing dengan merek-merek mapan baik asal Jepang, Eropa dan Amerika Serikat.

"Semua harus berlandaskan kebutuhan pasar. Kiat Esemka ini memang sudah memiliki konsep dan keinginan, dan tinggal eksekusi atau realisasi yang benar-benar matang. Pengembangan tersebut harus disesuaikan dengan target yang ingin ditembus," jelas pengamat otomotif Suhari Sargo saat berbincang dengan kami.

Sugari berpendapat, disinilah sebenarnya peran pemerintah dibutuhkan oleh Esemka untuk menjadi sebuah mobil nasional. Dukungan pemerintah seperti fasilitas produksi, investasi serta dicarikan industri penunjang yang dibutuhkan dalam memproduksi sebuah mobil.

"Berkaca pada sejarah mobil nasional, kita pernah punya Timor. Namun, dari awal perencanaan Timor sudah lemah. Timor itu mengincar segmen sedan yang pada saat itu pasar sedan masih sangat kecil. Lalu ada perubahan regulasi seiring pergantian kepemimpinan, langsung berimbas pada kehancuran Timor," lanjut purnawirawan TNI-AD dengan pangkat kolonel ini.

Suhari memberikan saran, ada baiknya ditinjau kembali sasaran Esemka sebelum melangkah lebih jauh. Esemka lebih tepat bila menyasar pada pasar di daerah atau pedesaan.

"Orang di desa seperti petani itu tidak membutuhkan sebuah desain menarik, atau fitur-fitur canggih. Mereka hanya ingin sebuah kendaraan yang fungsional dan berguna menunjang aktivitas harian. Ini lebih tepat daripada harus langsung head-to-head dengan pabrikan mapan," tutup Suhari.


sumber : okezone.com

up2det 07 Jan, 2012


-
Source: http://www.terselubung.up2det.com/2012/01/kiat-esemka-harus-belajar-dari-timor.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.