Pages

ShareThis

Kamis, 05 Januari 2012

Pabrik Pesawat Militer AS Bangkrut

Di pabrik ini dirakit pesawat jet pembom strategis B-52 serta tanker udara B-767

Wichita - Raksasa industri penerbangan dunia, Boeing Co, akan menutup pabrik bersejarah mereka di Wichita Kansas Amerika Serikat tahun ini. Itu berarti, akan ada pemecatan 2.160 karyawan yang bekerja di sana. Penutupan sentra industri pesawat militer itu dilakukan demi memangkas biaya, seiring dipangkasnya anggaran belanja pertahanan oleh pemerintah Amerika.

Setelah penutupan pabrik dan rasionalisasi sebagian karyawan dilakukan, Boeing akan memindahkan pekerja yang tersisa ke bengkel yang terletak di 3 negara bagian lainnya. Selama ini instalasi produksi Boeing di Wichita merupakan basis pembuatan perangkat transportasi udara global, sistem keamanan serta mendukung pasokan pesawat untuk Angkatan Udara Amerika. Di pabrik seluas 2 juta kaki persegi ini dirakit pesawat jet pengebom strategis B-52 serta tanker udara B-767.

Associated Press mengabarkan, pemecatan karyawan akan dimulai pada kuartal II tahun ini. Kegiatan produksi pesawat tanker dan modifikasi pesawat lain akan dipindahkan ke Oklahoma City. Sedangkan kegiatan pemeliharaan pesawat, fasilitas pendukung dan sarana rancangan pesawat masa depan dialihkan ke San Antonio.

Wakil Presiden Boeing, Mark Bass mengatakan, dalam 18 bulan terakhir pasar industri pertahanan telah berubah secara dramatis. Fasilitas produksi di Wichita tidak kompetitif karena biaya operasi dan ongkos tenaga kerja yang tinggi. Tapi ia menolak mengatakan berapa besar penghematan yang ditargetkan oleh perusahaan.

Yang jelas, order untuk pabrik Wichita masih bejibun. Maklum saja, pada 2011 Boeing memenangkan kontrak senilai Rp 315 triliun (35 miliar dollar AS) untuk membangun 179 unit pesawat tanker udara. Order ini diharapkan bisa menambal kehidupan 7.500 karyawan dan mendatangkan keuntungan hingga Rp 3,5 triliun. Tapi manajemen Boeing mengatakan order pesawat tanker ini masih akan berlangsung seperti yang direncanakan sebelumnya.

Akhir tahun lalu, Presiden Barack Obama dan anggota Kongres menyepakati pemangkasan anggaran pertahanan karena Amerika menderita defisit anggaran yang tinggi. Dalam 10 tahun kedepan, pemangkasan anggaran industri pertahanan mencapai Rp 9.000 triliun. Dampaknya, order untuk produsen senjata, salah satunya Boeing, dikurangi.

Ironisnya, di pabrik Boeing Wichita, nenek Obama, Madelyn Dunham, bekerja sebagai perakit pesawat tempur pada era perang dunia kedua. Saat itu bersama 40 ribu karyawan lain, sebagian besar wanita, Madelyn merakit pesawat pembom B-29. tmp

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=b...800998ecf8427e

sudah bangkrut masih aja mau perang :capedes

sazabi75 06 Jan, 2012

Mr. X 06 Jan, 2012


-
Source: http://ideguenews.blogspot.com/2012/01/pabrik-pesawat-militer-as-bangkrut.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.