Pages

ShareThis

Selasa, 27 Maret 2012

Santillana: Hati-hati dengan APOEL, Madrid!


AFP/JAVIER SORIANOPara pemain Real Madrid mengenakan kaus bertuliskan doa kepada bek Barcelona, Eric Abidal, dan gelandang Bolton Wanderers, Fabrice Muamba. Aksi ini mereka lakukan sebelum bertnading melawan Malaga dalam lanjutan Liga BBVA, Minggu atau Senin (19/3/2012) dini hari WIB.

MADRID, KOMPAS.com Real Madrid diminta berhati-hati saat melawan APOEL Nicosia, Selasa (27/3/2012), karena APOEL telah membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang bisa dianggap enteng jika mengacu pada keberhasilan tim itu lolos ke babak perempat final Liga Champions. Hal tersebut disampaikan legenda Madrid, Santillana.

APOEL tampil luar biasa dengan berhasil menjadi juara Grup G meski harus bersaing dengan Zenit Saint Petersburg, FC Porto, dan Shakhtar Donetsk pada fase grup. APOEL melanjutkan kedigdayaannya pada babak 16 besar dengan menyingkirkan Lyon melalui adu penalti setelah agregat 1-1 tak berubah sampai akhir babak normal laga leg kedua. APOEL kemudian harus berhadapan dengan Madrid untuk merebut tiket semifinal. Di atas kertas, Madrid jelas lebih diunggulkan daripada tim asal Siprus tersebut.

"Madrid harus hati-hati terhadap APOEL. Publik mengatakan, mereka hanya sebuah klub dari Siprus. Namun, mereka memiliki pemain dari beberapa negara berbeda dan itu membuat mereka lebih kuat," ungkap Santillana.  

"Jika mereka berada di babak perempat final, itu kerena mereka pantas. Madrid adalah tim favorit. Saya berharap mereka tidak berada dalam masalah jika memainkan gaya permainannya sendiri. Namun, dalam setiap pertandingan, kebobolan atau mendapatkan kartu merah bisa terjadi," beber Santillana yang membela Madrid sejak tahun 1971 hingga 1988.

Dalam kesempatan itu, Santillana berpendapat, absennya Xabi Alonso merupakan pukulan menyakitkan bagi Madrid. Alonso harus melewatkan leg pertama karena masih menjalani hukuman skor.

"Dia pemain yang sangat penting. Dia selalu memimpin tim untuk tampil menyerang. Melawan APOEL, ada pemain lain yang bisa mengisi posisinya. Namun, pemain tersebut tidak bisa melakukan hal yang sama karena tidak ada pemain lain seperti Alonso di Madrid," tutur Santillana. (GL)

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.