Pages

ShareThis

Rabu, 04 April 2012

Balotelli "Bodoh", namun Sangat Jenius

MANCHESTER, KOMPAS.com - Gelandang Manchester City, Nigel De Jong, mengungkapkan bahwa rekan satu timnya, Mario Balotelli, memiliki dua sisi yang berbeda. Menurutnya, pemain yang terkenal dengan sebutan "Si Bengal" ini seorang yang "bodoh", namun di sisi lain dia adalah seorang yang sangat jenius.

"Kadang-kadang dia bodoh, kadang-kadang dia jenius. Dia memiliki dua sisi. Banyak orang berharap aksi gila darinya," kata De Jong kepada NUsport seperti dilansir ESPN Star.

Balotelli memang kerap melakukan tindakan-tindakan kontroversial yang membuatnya menjadi sorotan di media-media Eropa. Terakhir, pemain berusia 21 tahun ini terlibat perdebatan sengit dengan Aleksandar Kolarov untuk menentukan siapa yang akan mengambil tendangan bebas kala City ditahan imbang Sunderland 3-3, Sabtu lalu.

Namun, di sisi lain, dalam pertandingan itu, dia mencetak satu gol yang terbilang cantik sehingga bisa menyelamatkan City dari kekalahan. Untuk itu, De Jong meminta Balotelli lebih serius dalam bermain ke depannya karena dia memiliki talenta yang luar biasa.

"Dia mencoba untuk menemukan keseimbangan. Orang semacam itu harus memiliki motivasi tambahan dalam hidup agar bisa tampil lebih hebat lagi. Dia adalah tipe orang yang bahagia dalam hubungan pribadi yang dimilikinya. Itulah yang penting dan itu membuatnya bisa lebih fokus dan serius lagi dalam bertanding," tambahnya.

Namun, di tengah kontroversial itu, De Jong bersyukur Roberto Mancini menjadi manajer City. Mancini, lanjutnya, memiliki peran yang sangat krusial dalam memantau sikap Balotelli yang sering di luar dugaan. Menurutnya, jika pelatih asal Italia itu tak peduli kepada Balotelli, mungkin pemain berusia 21 tahun itu sudah melenceng jauh.

"Untungnya, kami punya manajer (Mancini) yang mampu menghadapinya. Itu sangat penting bagi Mario. Jika tidak ia mungkin sudah keluar jalur. Masalah juga kerap muncul dari orang-orang di sekitar, bahkan dari media," tuturnya kemudian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.