Pages

ShareThis

Minggu, 15 April 2012

Kerugian Gempa di Aceh Barat Capai Rp2,3 Miliar

Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

BANDA ACEH – Gempa 8,5 pada skala Richter (SR) yang mengguncang Aceh pada 11 April lalu merusak sejumlah bangunan di Aceh Barat. Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat mencatat kerugian sementara mencapai Rp2,35 miliar.

Kepala BPBK Aceh Barat, Teuku Ahmad Dadek mengatakan, bangunan-bangunan yang rusak terdiri dari jembatan, rumah, sekolah, instalasi air dan pasantren.

“Kerusakan dengan kategori sedang dan berat,” katanya, Minggu (15/4/2012).

Kerusakan berat menimpa lima rumah milik warga di Gampong Lueng Baro, Kecamatan Sungai Mas dan jembatan Pange yang berada di lintasan jalan Meulaboh-Kuala Bhee di kawasan Cot Malaka, Kecamatan Bubon.

Bangunan mengalami kerusakan sedang adalah pengaman tanggul pantai Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, instalasi penyuplai air bersih PDAM Tirta Meulaboh di Johan Pahlawan dan Kaway XVI, serta pergeseran pangkal jembatan Keude Aron, Kaway XVI.

Selanjutnya bangunan sekolah MTs Negeri Peureumeu di Kecamatan Kaway XVI juga mengalami rusak sedang. Kemudian empat rumah warga di Gampong Teladan Kaway dan Lueng Baro, Sungai Mas serta bangunan pasantren Arrazatun Nabawiyah di Mesjid Baro, Samatiga mengalami hal sama.

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Kota Banda Aceh mengatakan, sedikitnya 17 bangunan mengalami rusak ringan di kota itu akibat gempa 8,5 pada skala Richter dengan kerugian sementara ditaksir mencapai Rp138,6 juta.

Sofyanuddin, Kepala Badan tersebut merinci 17 bangunan itu terdiri dari delapan unit rumah, tiga sekolah, satu masjid selebihnya adalah gedung perkantoran seperti gedung milik PT PLN, PT Taspen dan perbankan.

(sus)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.