Pages

ShareThis

Jumat, 11 Mei 2012

Ayah, Ibu & Kakak Tewas Terbakar, Bayi Itu Kini Sebatang Kara

Bupati Luwu Timur menggendong Nurfaidah (Foto: Koran SI/Chaerul Baderu)
Bupati Luwu Timur menggendong Nurfaidah (Foto: Koran SI/Chaerul Baderu)

LUWU - Islamuddin, boca berusia 10 tahun, korban kebakaran di Desa Tampinna, Kecamatan Angkona Timur, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), akhirnya meninggal dunia setelah hampir tiga pekan dirawat intensif di Ruang ICU RSUD Batara Guru, Lutim.
 
Orangtua Islamuddin, Jufri dan Rahmawati, lebih dulu dipanggil Sang Pencipta karena musibah yang sama.

Kini tinggal adik Islamuddin, Nurfaidah, yang bertahan. Bayi berusia 10 bulan itu menderita luka ringan dan kini dirawat tantenya.

Sanak keluarga korban di Desa Malela, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, memakamkan jenazah Islamuddin sebelum salat Jumat. Jenazah dimakamkan di samping makam ibunya, di pekuburan keluarga.

Bupati Luwu, Andi Mudzakkar, ikut melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Jumo, tante korban menuturkan, dua hari sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatan Islamuddin menurun dratis. Bahkan, saat dirujuk ke RSUD Batara Guru, korban sudah kritis karena hemoglobin menurun dan sempat menjalani transfusi darah.

“Tak bisa makan. Darah segar yang dimasukkan ke dalam tubuhnya juga tak berpengaruh pada kondisi fisiknya,” kata Jumo, Jumat (11/5/2012).

Sesuai hasil pemeriksaan dokter, luka bakar yang dialami Islamuddin sangat parah hingga menyebabkan organ vital, seperti paru-paru dan lambung tidak berfungsi maksimal.

Jufri pertama kali meninggal dunia setelah dirawat di RSUD I Lagaligo Wotu, selama sepekan setelah kejadian, kemudian menyusul istrinya.

Bupati Luwu, Andi Mudzakkar, yang melayat ke rumah duka, siang tadi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Mudzakkar mengaku terenyuh melihat kondisi Nurfaidah yang kini hidup sebatang kara.

Mudzakkar sempat menggendong bayi malang itu dan mendekapnya. “Pemkab Luwu akan memberikan bantuan kepada Nurfaidah untuk perawatannya, termasuk bantuan beasiswa nantinya jika sudah bersekolah,” kata Andi Cakka, panggilan akrab Bupati Luwu.

Seperti diberitakan, kisah tragis merenggut tiga nyawa itu terjadi pada 15 April 2012 lalu. Mereka tersambar api dari lampu pelita yang sedang diisi bensin. Api dengan cepat melalap rumah mereka.

Nurfaidah yang sempat tertinggal di dalam rumah, akhirnya diselamatkan Jufri. Beruntung, luka yang diderita Nurfaidah tidak begitu parah.

Setelah berhasil menyelamatkan istri dan dua anaknya, Jufri berlari menuju rumah adik iparnya, Hariyanti, yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Hariyanti berjanji akan merawat Nurfaidah laiknya anak sendiri. “Ini juga amanah Jufri dan istrinya menitipkan kedua anaknya sebelum meninggal. Mereka minta saya merawat dan mengasuh Nurfaidah,” katanya.

(Chaerul Baderu/Koran SI/ton)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.