Pages

ShareThis

Rabu, 16 Mei 2012

Berjibaku dengan Hati

MUENCHEN, KOMPAS.com - Bayern Muenchen dan Chelsea yang akan berlaga di final Liga Champions di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Sabtu (19/5), mengakhiri liga domestik musim ini dengan hasil menyesakkan. Tak ada nasihat lain, kecuali lupakan kekalahan dan bermain.

Hampir semua pemain, staf pelatih, dan jajaran manajemen Bayern membicarakan kekalahan pahit dan menyakitkan itu akhir pekan lalu. Makan malam usai laga yang dihadiri manajemen klub dan sponsor utama, Deutsche Telekom, di markas utama perusahaan telekomunikasi itu, hambar karena tanpa trofi Liga Jerman di tengah mereka. Suasana yang betul-betul di luar kebiasaan.

Presiden Bayern Muenchen Karl-Heinz Rummenigge pun meminta maaf atas hasil tersebut. ”Kekalahan ini sebuah tamparan bagi kami,” katanya.

Jupp Heynckes, Manajer Bayern, pun mengakui mereka melakukan kesalahan-kesalahan mendasar yang membuat Borussia Dortmund membawa pulang trofi liga dari tangan mereka.

Namun, Karl-Heinz Rummenigge, mantan penerima gelar Ballon d’Or tahun 1980 ini, tidak terus-menerus mengkritik pemain dan pelatih Bayern. Dia memompa semangat Philip Lahm dan kawan-kawan untuk bangkit dari kondisi tersebut.

”Kami semua tetap harus menyodorkan pertanyaan-pertanyaan kritis agar tim bisa memperbaiki kualitas permainannya. Saya dan kami semua ingin melihat pemain Bayern bermain dengan keinginan, gairah yang menggebu-gebu, dan serangan bertubi- tubi ke pertahanan Chelsea pada Sabtu nanti,” katanya.

Jerome Boateng, pemain bertahan Bayern, dan koleganya, Mario Gomez (penyerang), sepakat dengan Rummenigge. ”Tiga hari meratapi kekalahan hanya sia-sia belaka. Kami harus fokus memperbaiki diri dan bersiap untuk laga final,” kata Boateng.

Gomez dan Arjen Robben menyatakan dengan lebih tegas bahwa target mereka adalah membawa trofi Liga Champions di kandang sendiri.

Heynckes sendiri sejak Senin (14/5) sudah kembali memimpin latihan di pemusatan latihan Bayern, The Säbener Strasse. Sebagian berlatih di lapangan, sementara beberapa pemain, seperti Robben dan Lahm, yang menjalani terapi usai cedera ringan, berlatih dengan sepeda statis.

Komposisi baru

Klub Inggris, Chelsea, pun di bawah tekanan karena hanya berada di posisi keenam klasemen akhir Liga Inggris. Didier Drogba dan kawan-kawan harus merebut trofi Liga Champions bila ingin berlaga di turnamen yang sama pada musim depan.

Sementara itu, di tengah ketidakpastian nasibnya di Chelsea, pelatih sementara Chelsea, Roberto Di Matteo, akan coba menempatkan Fernando Torres sebagai penyuplai bola bagi penyerang tunggal Drogba. Absennya Ramires karena akumulasi kartu membuat peluang Torres untuk tampil menjadi lebih terbuka.

”Saya sudah coba beberapa hal baru hanya untuk melihat berbagai kemungkinan. Tidak mudah menerapkan hal baru. Namun, kami akan mencari jawaban dan pemecahannya,” kata Di Matteo kepada The Guardian.

Di Matteo juga harus berhadapan dengan kemungkinan tidak maksimalnya penampilan Gary Cahill, David Luiz, dan Florent Malouda karena cedera yang dideritanya. Namun, pelatih asal Italia itu masih menunggu tes kesehatan menjelang laga final.

Meski kehilangan Ramires, Di Matteo masih memiliki Juan Mata, pengatur serangan asal Spanyol, yang baru bergabung dengan klub milik taipan Roman Abramovich. Mata mengaku sangat antusias dan berharap bisa mempersembahkan trofi Liga Champions bagi Chelsea.

”Saya belum pernah mencapai final Champions. Ini pengalaman baru bagi saya dan akan sangat menyenangkan bila mampu mempersembahkan trofi pada tahun pertama ini,” kata Mata. (AFP/Reuters/MHD)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.