Pages

ShareThis

Selasa, 01 Mei 2012

Sibuk Bangun BTS, Laba XL Tergerus Tipis


Didik Purwanto/KOMPAS.comDari kiri: Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi, Dirjen Sumber Daya, Perangkat Pos dan Informatika Kominfo Muhammad Budi Setiawan, Wakil Gubernur DI Yogyakarta Sri Paduka Pakualam IX serta VP XL Axiata Central Region (Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta) Kencono Wibowo saat peresmian BTS ke-30.000 di Cangkringan Sleman Yogyakarta, Rabu (11/4/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT XL Axiata Tbk (XL) mencatatkan laba bersih hingga kuartal I-2012 sebesar Rp 667 miliar, turun 12 persen dari Rp 756 miliar pada periode yang sama 2011.

Penurunan tersebut disebabkan salah satunya karena XL sedang berinvestasi membangun Base Transceiver Station (BTS).

Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi menjelaskan XL sedang gencar membangun BTS untuk keperluan peningkatan kapasitas jaringan perusahaan. Efeknya, biaya operasional perusahaan meningkat.

"Kami sedang meningkatkan jaringan data, otomatis biaya infrastruktur juga naik. Karena pendapatan tidak sebanding jumlah pengeluaran sehingga berefek pada penurunan laba," kata Hasnul selepas pengumuman acara XL Award di Hotel Crown Plaza Jakarta, Senin (30/4/2012).

Biaya operasional XL hingga kuartal I-2012 sebesar Rp 2,501 triliun, atau naik 18 persen dari periode sebelumnya Rp 2,12 triliun. Selain disebabkan karena investasi BTS, Hasnul juga menyebut kenaikan biaya operasional itu juga disebabkan karena rugi kurs yang dialami perusahaan.

Meski demikian, posisi keuangan perseroan tetap sehat dengan rasio utang bersih per laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi sebesar 1,0 kali dari 0,9 kali dan hutang per ekuitas sebesar 0,9 kali dari 0,7 kali.

Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi meningkat sebesar 1 persen atau 2 persen mencapai Rp 2,4 triliun dengan margin 48 persen.

Sedangkan pendapatan XL naik 9 persen menjadi Rp 4,96 triliun yang didorong dari peningkatan pendapatan layanan data sebesar 71 persen, SMS 18 persen dan percakapan suara 4 persen.

"Ini membuat kontribusi pendapatan layanan data terhadap total pendapatan meningkat dari 12 persen pada tahun lalu menjadi 18 persen," kata dia.

Pengguna layanan data mencapai 27,9 juta pelanggan, meningkat 50 persen. Hasil ini telah mencapai 60 persen dari total pelanggan perseroan. Pelanggan BlackBerry XL tumbuh sebesar 185 persen.

XL mencatat pembayaran untuk belanja modal sebesar Rp 1,76 triliun untuk kuartal I-2012 dan mempertahankan arus kas positif sebesar Rp 346 miliar.

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.